Online live casino_Gambling terms_Malaysia Online Gambling Company

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform judi online,Judi mahkota,Permainan baccarat dan aturan

– Rasyid Ridha

– Oka Mahendra

“Rokok itu nggak pantes buat cewek.”

“Pandangan masyarakat pada umumnya itu seringkali menyimpulkan cewek yang ngerokok itu cewek nggak baik. Dan aku pun setuju dengan pandangan itu. Cewek merokok itu bisa lebih banyak ruginya. Apalagi kalau udah jadi pasangan. Selain boros, nggak sehat, bau asapnya itu lho. Bikin nggak nyaman.”

Kesannya memang sedikit seksis sih. Tapi, ya itulah budaya kita. Bukan terus serta-merta menuduh bahwa semua jenis seksisme itu buruk bagi manusia. Tentu saja itu kontekstual, apa yang sedang dibahas dan di mana masalah itu berlangsung harus jadi pertimbangan juga. Seperti tidak adil memang, tetapi ya itulah masyarakat kita. Padahal rokok tidak punya identitas gender. Rokok nggak baik bagi semua orang, bukan hanya cewek. Tapi ya mau gimana lagi? uda begini budayanya. Yang bisa kita lakukan hanyalah melawan atau diam. Kalian yang mana?

“Soal cewek perokok, aku sih mikirnya itu hak dia. Kalau mau ngerokok silahkan, kalau nggak ya bagus. Toh nggak ada hukum yang dilanggar juga ‘kan? Tapi kalau udah masalah istri perokok, aku nggak akan menjadikan seorang cewek perokok jadi istriku. Nggak baik ah buat anak-anakku nantinya.”

– Yayang Fadhil

Ternyata dari berbagai komentar tersebut, rata-rata penilaian cowok peokok kepada cewek perokok ternyata nggak baik yah. Beberapa dari mereka mungkin toleran pada cewek untuk merokok, tapi kebanyakan dari mereka nggak akan setuju kalau menjadikan cewek perokok sebagai pasangannya kelak.

Kali ini Hipwee sudah mengumpulkan beberapa pendapat cowok perokok soal cewek perokok. Kenapa cowok perokok? Karena kalau kita bertanya pendapat cewek perokok pada cowok yang nggak perokok, bisa kita tebak sendiri arah pendapat mereka gimana? Nah kira-kira, gimana ya penilaian cowok perokok terhadap cewek perokok? Yuk simak aja!

Seperti itulah stigma masyarakat terhadap cewek-cewek perokok. Padahal kalau dibaca-baca lagi sejarahnya, nggak ada tuh hubungan rokok dengan maskulinitas. Nggak ada juga sejarah yang menjelaskan kalau rokok itu nggak boleh buat cewek. Tapi tetep aja cewek perokok kerap dinilai miring.

– Angga Arief

“Diriku masih berpikir, perempuan itu nggak etis aja buat ngerokok. Memang sih pemikiranku masih kolot, karena zaman sekarang udah bukan masalah gender juga. Udah jadi gaya hidup. Tapi, aku tetep aja nggak mandang baik. Di samping banyaknya dampak negatif buat cewek. Nanti bakal berpengaruh juga buat anak. Bagaimanapun, orangtua itu ‘kan figur buat anak-anaknya kelak.”

“Kalau cewek ngerokok, ya biasa aja sih. Itu hak mereka untuk mengonsumsi produk yang sama dengan yang cowok konsumsi. Kalau aku punya istri pun begitu, selama konsumsinya nggak berlebihan, aku sih oke-oke aja. Selama segar bugar, ya monggo mau merokok atau nggak. Tapi kalau udah sakit, aku bakal suruh dia berhenti.”

– Syahrizal Cahya

– Evi Nurul

“Aku punya temen cewek yang ngerokok. Aku nggak mempermasalahkan itu ketika lagi nongkrong bareng gitu. Tapi kalau soal pasangan kayaknya nggak deh. Aku sendiri perokok, masa suaminya perokok, istrinya juga. Bisa kasian nanti sama anak.”

“Aku sih nggak mempermasalahkan cewek perokok. Tapi, kalau bisa mah janganlah. Apalagi buat pasanganku sendiri, perokok itu nggak masuk kriteria. Lagian jelas nggak baik juga buat kesehatan. Kasian anak-anak kami kelak. Ibu harusnya bisa jadi role model buat anaknya. Soalnya ‘kan ibu adalah guru pertama dalam hidup sang anak.”

– Soni Triantoro

“Aku nggak setuju. Padahal ‘kan udah tertera tuh di bungkusnya bisa merusak gangguan kehamilan dan janin. Aku heran, nggak kasian apa ya dia sama anak-anaknya entar? Tapi kalau dipikir, gimana mau kasian, orang dia aja nggak kasian sama dirinya sendiri. Ya nggak?”

– Taufik Ibrahim